SEMESTA YANG HILANG

Agama - Sejarah - Masa Depan - Alam Semesta
 
HomeCalendarFAQSearchRegisterLog in
Latest topics
» KINTRAL CATRALA
by rejoipan Wed Mar 19, 2014 12:11 am

» Free Download 3gp Abg Ngentot Disekolah
by hanllayto Tue Mar 11, 2014 2:34 am

» Free Download 3gp Abg Ngentot Disekolah
by hanllayto Sat Mar 08, 2014 10:58 pm

» Free Download 3gp Abg Ngentot Disekolah
by hanllayto Fri Mar 07, 2014 11:51 pm

» Multiman PS3 4.11.rar
by wesydor Wed Feb 19, 2014 6:15 pm

» Heavy Fire Shattered Spear Crack Toornet
by wesydor Tue Feb 18, 2014 8:02 pm

» Novel Islamik PANAH SIDI ARAB
by Alexanderwathern Wed Dec 07, 2011 2:33 am

» Players Share: Quest TERA fatigue and spell system, game
by Abelard Mon Aug 01, 2011 5:47 pm

» Players Share: Quest TERA fatigue and spell system, game
by Abigail Mon Jul 25, 2011 12:21 am

» Wangian Hikmah Al-Ghazali (Syarah Ihya' 'Ulumiddin)
by Alexanderwathern Tue Mar 22, 2011 8:03 pm

» Benua Atlantis ditemui di Sepanyol
by misspearl Tue Mar 15, 2011 12:37 am

» Brahma Dan Nabi Ibrahim
by misspearl Sat Mar 12, 2011 11:10 am

» Produk Terkini Aiskrim Susu Ibu
by misspearl Fri Mar 11, 2011 11:24 pm

» Materi yg Hilang Di Alam Semesta Ditemui
by misspearl Fri Mar 11, 2011 8:45 am

» Meneliti Hadis Syarik dalam Sahih Muslim
by Alexanderwathern Thu Mar 10, 2011 12:56 am

Log in
Username:
Password:
Log in automatically: 
:: I forgot my password
Top posters
ADMIN (177)
 
Sayembara (108)
 
Alexanderwathern (88)
 
swordmaster (78)
 
misspearl (64)
 
ibuKA (39)
 
ismatai (17)
 
why me (10)
 
efairy (8)
 
indra (7)
 
Search
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search

Share | 
 

 Menilai Arab Saudi

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
ADMIN
Admin
Admin


Posts : 177
Join date : 2009-06-24
Location : The Lost Universe

PostSubject: Menilai Arab Saudi   Sat Jun 27, 2009 11:52 am

Saudi oh Saudi. Sementara Yahudi Israel sibuk membangun kota dan perumahan di Jerusalem, negera yang dipimpin oleh Raja Abdullah itu terlibat dalam penyediaan trem atau kereta api yang akan beroperasi di Jerusalem, tentunya untuk kepentingan orang-orang Yahudi.

Adalah Haramain Express yang menjadi konsorsium dana penyediaan trem ini. Haramain bekerja sama dengan perusahaan sejenis asal Prancis, Alstom Transport. Keduanya adalah sebagian dari grup perusahaan yang membangun jaringan kereta api atau trem itu di Jerusalem, yang diharapkan untuk memperluaskan Jerusalem dan koloni Yahudi di Tebing Barat yang sudah diduduki.

Keikutsertaan Saudi ini jelas menjadi kontroversi. Perusahaan Saudi yang menangani projek ini tidak memberikan komentar apapun. Sekadar informasi, perusahaan Perancis yang diajak bekerja sama ini telah lama menjadi target boikot di Eropah, serta menghadapi perkara hukum yang oleh kelompok advokasi Asosiasi Solidaritas Perancis-Palestin di Paris.

Disinyalir dalam kes proyek ini, mantan presiden Prancis Jacques Chirac terlibat. Sedangkan Liga Arab dengan tegas telah menyatakan bahwa Saudi harus menghentikan projek Jerusalem itu. (sa/gulfn)

http://satuumat.blogspot.com/search/label/Info%20ARAB%20SAUDI
Back to top Go down
http://lostuniverse.iowoi.org
ADMIN
Admin
Admin


Posts : 177
Join date : 2009-06-24
Location : The Lost Universe

PostSubject: Re: Menilai Arab Saudi   Sat Jun 27, 2009 11:53 am

Kementerian Pendidikan Arab Saudi baru-baru ini memerintahkan untuk menarik dua buku Sayyid Qutb dari perpustakaan-perpustakaan sekolah di Saudi, kerana dinilai berisi idea-idea ektrimis dan dapat menyesatkan para siswa-siswi yang membacanya.

Perintah penarikan kedua buku itu diakui oleh direktor sekolah khusus anak lelaki di provinsi Asir, Abdul Rahman al-Fasil dan direktor sekolah khusus anak perempuan di provinsi Abha, Ibrahim al-Hamdan.

Dua buku Sayyid Qutb yang diperintahkan untuk ditarik dari perpustakaan berjudul "The Lies About Sayyid Qutb" dan "The Jihad in the Way of God".

"Kedua buku itu sebenarnya sudah lama ada di perpustakaan-perpustakaan sekolah, tapi belum pernah dilakukan pengawasan apakah buku itu pantas dibaca para siswa atau tidak," kata Abdul Rahman al-Fasil.

"Tujuan penarikan kedua buku ini untuk melindungi siswa-siswi yang masih muda dari ideologi-ideologi yang menyimpang," sambung Ibrahim al-Hamdan.

Sayyid Qutb adalah penulis dan tokoh intelektual pendiri gerakan Ikhwanul Muslim di Mesir pada era tahun 1950-1960-an.

Penulis Saudi, Abdul Wahid al-Ansari berpendapat, jika kedua buku Qutb dianggap berbahaya untuk siswa sekolah, maka tindakan kementerian pendidikan Saudi mengeluarkan perintah penarikan buku tersebut sudah benar. Menurutnya, bukan tidak mungkin masih banyak buku-buku yang berisi ideologi-ideologi ekstrim yang beredar di Saudi.

Kementerian Pendidikan Saudi menyatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengeluarkan perintah penarikan buku-buku yang dianggap tidak pantas dibaca siswa dari perpustakaan-perpustakaan sekolah. Buku-buku yang dinyatakan dilarang, dimusnahkan atau disimpan di satu tempat khusus. (ln/aby)

http://satuumat.blogspot.com/2009/05/saudi-haramkan-buku-sayyid-qutb.html
Back to top Go down
http://lostuniverse.iowoi.org
ADMIN
Admin
Admin


Posts : 177
Join date : 2009-06-24
Location : The Lost Universe

PostSubject: Re: Menilai Arab Saudi   Sat Jun 27, 2009 11:53 am

SAUDI Kejar Kemajuan, Musnahkan Sejarah

Arab Saudi, seperti juga negara-negara lain yang bergelumang harta, terus melakukan modernisasi. Selain secara pemikiran, seperti diangkatnya seorang wanita dalam jajaran kementerian di negara itu, juga pembangunan fizikal pun dilakukan. Tetapi, perkembangan Arab Saudi, khususnya kota suci Makkah dan Madinah akhir-akhir ini tidak mempedulikan peninggalan-peninggalan sejarah Islam. Makin habis bangunan yang menjadi saksi sejarah Rasulullah SAW dan sahabatnya.

Bangunan-bangunan itu dibongkar atas berbagai-bagai alasan, namun sebahagian besar kerana ingin seiringan dengan rupa kota-kota besar di dunia. Bahkan sekarang, tempat kelahiran Nabi SAW terancam akan dibongkar untuk perluasan tempat meletak kereta. Sebelumnya, rumah Rasulullah pun sudah lebih dulu digusur. Padahal, disitulah Rasulullah berulang-ulang menerima wahyu. Di tempat itu juga anak-anaknya dilahirkan serta Khadijah meninggal.

Beberapa bulan yang lalu, Sami Angawi, pakar arkitek Islam di wilayah Arab mengatakan bahawa beberapa bangunan dari era Islam kuno terancam dimusnahkan. Pada lokasi bangunan berumur 1.400 tahun itu akan dibangun jalan menuju menara tinggi yang menjadi tujuan ziarah jamaah haji dan umrah.

“Saat ini kita sedang menyaksikan saat-saat terakhir sejarah Makkah. Bahagian bersejarahnya akan segera diratakan untuk dibangun tempat meletak kereta,” katanya kepada Reuters. Angawi menyebut sekurang-kurangnya 300 bangunan bersejarah di Makkah dan Madinah dimusnahkan selama 50 tahun terakhir.

Bahkan sebahagian besar bangunan bersejarah Islam telah punah semenjak Arab Saudi berdiri pada 1932. Hal tersebut berhubungan dengan maklumat yang dikeluarkan Dewan Keagamaan Senior Kerajaan pada tahun 1994.Nasib peninggalan bersejarah Islam di Arab Saudi memang sangat menyedihkan. Mereka banyak menghancurkan peninggalan-peninggalan Islam sejak masa Ar-Rasul SAW.

Semua jejak jerih payah Rasulullah itu habis oleh modernisasi yang dikejar. Sebaliknya mereka malah mendatangkan para arkeologis (ahli purbakala) dari seluruh dunia dengan biaya ratusan juta dollar untuk menggali peninggalan-peninggalan sebelum Islam baik yang dari kaum jahiliyah mahupun sebelumnya dengan dalih obyek wisata.

Kemudian dengan bangga mereka menunjukkan bahawa zaman pra Islam telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa, tidak diragukan lagi ini merupakan pelenyapan bukti sejarah yang akan menimbulkan suatu keraguan di kemudian hari. Wallohu alam bi shawab. (sa/skpc)

http://satuumat.blogspot.com/2009/04/saudi-kejar-kemajuan-musnahkan-sejarah.html
Back to top Go down
http://lostuniverse.iowoi.org
ADMIN
Admin
Admin


Posts : 177
Join date : 2009-06-24
Location : The Lost Universe

PostSubject: Re: Menilai Arab Saudi   Sat Jun 27, 2009 11:54 am

Media Saudi Bela Israel Terang-terangan

Beberapa media massa di Arab Saudi menunjukkan pembelaannya kepada Israel. Sudahlah memberikan dukungan, media massa Saudi malah mengejek pidato Presiden Iran di konferensi anti-rasisme Durban II di Geneva yang isinya mengecam kebiadaban Israel.

Dengan sinis pemimpin redaksi Sharq Al-Awsat-akhbar paling laris di Saudi-Tareq Al-Homayed menyebut pidato Presiden Iran ironis. "Apakah Iran mengorbankan satu satu kurma untuk Palestin? Apakah Tehran kehilangan satu saja warganya dalam pertempuran enam hari melawan Israel?," kata Al-Homayed.

Akhbar Saudi lainnya, Al Madina dalam editorialnya menulis bahawa Presiden Iran bukan orang yang berkualiti untuk mengecam rasialisme Israel. "Presiden Iran sudah melakukan hal yang benar melontarkan tuduhan rasis pada Israel. Tapi Ahmadinejad tidak pada tempatnya mengatakan hal itu," tulis Al Madina.

Editorial akhbar itu menyatakan bahawa Israel diakui sebagai negara agresor dan rasis. "Israel melakukan serangan hampir setiap hari ke tanah dan rakyat Palestin serta dataran tinggi Golan. Tapi Iran juga telah menduduki tanah-tanah Arab dan selama lebih dari 38 tahun menempatkannya di bawah dominasi Iran," kata Al-Madina.

Akhbar itu menyebutkan pulau-pulau seperti Pulau Besar, Pulau Kecil Tunb dan Pulau Abu Musa yang terletak di dekat Selat Hormuz yang berada di bawah wilayah Iran sejak tahun 1971 dan kebelakangan didakwa sebagai pulau milik Emirat Arab.

Akhbar Al Riyadh memuat tulisan kolomnisnya Youssef Al Koulait yang menyebut pidato Ahmadinejad yang berapi-api telah memicu reaksi keras. Dalam kolomnya, Kouloit mengatakan bahawa Israel-lah menjadi pemenang konferens Durban II kerana kebijakan politik Israel ternyata banyak yang melindungi. Sedangkan Islam, kata Kouloit, masih tetap dipandang sebagai agama terorisme dan fasisme.

Kecaman serupa terhadap pidato Ahmadinejad juga di lontarkan akhbar Saudi Al Hayat. Akhbarini bahawa memberikan posisi khusus untuk komentar Ketua Intelejen Israel Major Jenderal Amos Yadlin. Dalam komentarnya yang dimuat Al Hayat, Yadlin mengatakan bahawa Iran adalah ancaman bagi negara-negara Arab moderat dan bagi Timur Tengah.

Selama berminggu-minggu sebelum pelaksanaan konferensi anti-rasis Durban II, media massa Arab Saudi sudah memuat berita-berita yang isinya mengkritik negara Iran. Iran dituding berambisi untuk meluaskan ekspansinya di kawasan Teluk dan dituduh melindungi para anggota al-Qaeda yang ingin melakukan serangan terorisme ke Arab Saudi.

Media massa di Saudi cenderung menjadi corong pemerintah Saudi yang lebih pro Barat dan Israel ketimbang membela kepentingan negara-negara Islam dan Muslim. Kerajaan Saudi sejak lama juga selalu melontarkan kecurigaannya terhadap negara Iran. (ln/mol)

http://satuumat.blogspot.com/2009/04/media-saudi-bela-israel-terang-terangan.html
Back to top Go down
http://lostuniverse.iowoi.org
ADMIN
Admin
Admin


Posts : 177
Join date : 2009-06-24
Location : The Lost Universe

PostSubject: Re: Menilai Arab Saudi   Sat Jun 27, 2009 11:54 am

SAUDI Beri Anugerah Nobel kepada Prof Yahudi

Ada-ada saja Arab Saudi. Tindakan dan manuver politiknya benar-benar membingungkan umat Islam di dunia. Belum lama, negeri yang dipimpin oleh Raja Abdullah ini memberikan penghargaan Arab Nobel kepada seorang profesor Yahudi dalam bidang medik yang bernama Ronald Levy. Bahkan Levy sendiri yang menerima penghargaan itu mengatakan bahawa dia tak tahu motif apa yang dibawa oleh Saudi dalam penghargaannya itu. "Mungkin saja politik," ujarnya dalam lawatannya ke kerajaan Saudi.

Saat ini Levy berumur 67 tahun. Levy adalah kepala departemen onkologi Universitas Stanford dan ia menjadi tamu Yahudi pertama yang menerima Penghargaan Antarabangsa Raja Faisal. "Tujuan saya adalah untuk menyatukan kesamaan, dan tampaknya Saudi menerimanya." paparnya.

Levy merasa penghargaan itu sangat bererti kerana ia merupakan jebolan Institut Weizman Israel. "Lebih spesial dibandingkan penghargaan dari Jepun." ujarnya.

Levy mengunjungi Saudi bersama isterinya yang juga Yahudi totok, Shoshana, dan ketiga-tiga anak perempuannya. Levy mengatakan bahawa dia mendapatkan perlakuan khusus kelas satu dari kerajaan Saudi sejak mereka mendarat di Riyadh dan meninggalkan Saudi. Sebuah kereta limusin mengantarkannya ke mana-mana, dan dia diajak pula melihat-lihat beberapa tempat penting di dalam ibukota. (sa/jp)

http://satuumat.blogspot.com/search/label/Info%20ARAB%20SAUDI
Back to top Go down
http://lostuniverse.iowoi.org
ADMIN
Admin
Admin


Posts : 177
Join date : 2009-06-24
Location : The Lost Universe

PostSubject: Re: Menilai Arab Saudi   Sat Jun 27, 2009 11:56 am

Dinasti Saud Keturunan Yahudi

Isu Ghazzah masih belum selesai sepenuhnya. Mereka diserang kembali, namun sayang media tidak berminat melaporkannya lagi dengan hebat seperti bulan Jan lalu. Dari satu sudut lain ,umat Islam masih menyimpan amarah dan dendam kepada pemerintah-pemerintah Negara Arab khasnya Mesir yang sangat kejam membantu Israel melumpuhkan Ghazzah dan membantai Hamas. Persis Firaun ! Tidak kurang yang menghentam pemerintah Saudi yang ‘hangat-hangat tahi ayam’ mengkritik Israel. Sering kali mereka kelihatan bungkam dalam memberikan kenyataan keras pada Israel apabila Palestin dibantai. Soalnya, mengapa pemerintah Saudi bersikap sedemikian? Baiklah, silakan dibaca artikel dibawah.


Diringkaskan dari: Risalah Mujahidin , Indonesia, edisi 26 Jan-Feb 2009


Penulis buku berjudul ‘ Ali Saud min aina wa ila aina’ ( Ali Saud dari mana dan ke mana ) iaitu Muhammad Shakher menggemparkan dunia apabila mendedahkan fakta berkaitan siapa sebenarnya Dinasti Saud sehingga setiap kali berlaku konflik antara Palestin – Israel, pasti mereka diam dan bungkam. Muhammad Shakher akhirnya dibunuh oleh Regim Saudi kerana penemuannya yang menggemparkan itu. Benarkah Dinasti Saud berasal dari keturunan Anza bin Wael, keturunan Yahudi militant ?


Informasi yang didedahkan sangat mencekam sekaligus mencengangkan. Sulit untuk dipercayai, sebuah dinasti yang bernaung dibawah kerajaan Islam Saudi boleh melakukan kebiadaban iblis dengan melakukan pembakaran masjid sekaligus membunuh jama’ah solat yang berada didalamnya. Jika isi buku yang terbit pada 03 Rabi’ul Awal 1401 H (1981 M) ini ‘terpaksa’ dipercayai kerana faktanya yang jelas, maka kejahatan Kerajaan Arab Saudi terhadap kabilah Arab dahulu, sama seperti kebuasan Zionis Israel membantai rakyat Muslim di Jalur Ghazzah.


Lebih mencurigakan lagi, sikap kelompok Salafiyyun di Indonesia yang menolak dari mengutuk Israel. Lidah mereka lebih fasih mengutuk tertuduh bom Bali: Imam Samudera, Amrozi dan Al-Ghufron daripada mengutuk Ariel Sahron, Ehud Olmert, Meir Dagan, Tzipi Livni dan tokoh Zionis lainnya. Alasannya, mengikuti doktrin Dinasti Saud bahawa Israel anak keturunan Nabi Ya’akub. Seorang Salafi di Mataram yang tidak mahu membela Palestin dan menolak mengutuk Israel menyebut, “ Bangsa Israel tidak boleh dimusuhi kerana mereka keturunan Nabi Ya’akub a.s”.


Mengesan Asal Dinasti Saudi


Hasil dari pendedahan sebanyak 43 halaman buku tersebut ditambah dengan banyak rujukan lainnya, disebutkan bahawa Dinasti Saudi bermula sejak abad ke-12 Hijrah atau abad ke-18 Masihi. Ketika itu di tengah kota Jazirah Arab, tepatnya di wilayah Najd yang secara sejarahnya sangat terkenal, lahirnya Nagara Saudi yang pertama didirikan oleh Imam Muhammad bin Saud di Ad-Dir’iyah yang terletak di sebelah barat laut Kota Riyadh pada tahun 1175 H / 1744 M dan meliputi hampir sebahagian besar wilayah Jaizrah Arab.


Negara ini mengaku memikul tanggungjawab dakwah menuju kemurniaan Tauhid kepada Allah, mencegah pebuatan bid’ah dan khurafat, kembali kepada ajaran para Salafus Soleh dan berpegang teguh kepada dasar-dasar Islam yang lurus. Peringkat awal Negara Saudi Arabia ini berakhir pada tahun 1233 H / 1818 M. Peringkat kedua dimulai ketika Imam Faisal bin Turki mendirikan Negara Saudi kedua pada tahun 1240 H / 1824 M. Peringkat ini berlangsung hingga tahun 1309 H / 1891 M. Pada tahun 1319 H / 1902 M, Raja Abdul Aziz berhasrat mengembalikan kejayaan kerajaan para pendahulunya, ketika beliau merebut kembali kota Riyadh yang merupakan ibu kota bersejarah kerajaan ini.


Semenjak itulah Raja Abdul Aziz mulai bekerja dan membangun serta mewujudkan kesatuan sebuah wilayah terbesar dalam sejarah Arab Moden, iaitu berhasil mengembalikan suasana keamanan dan ketenteraman ke bahagian terbesar wilayah Jazirah Arab, serta menyatukan seluruh wilayahnya yang luas kedalam sebuah Negara moden yang kuat yang dikenal dengan nama Kerajaan Saudi Arabia. Penyatuan dengan nama ini yang dideklarasikan pada tahun 1351 H / 1932 M merupakan bermulanya fasa baru sejarah Arab moden.


Raja Abdul Aziz As-Saud pada saat itu menegaskan kembali komitmen para pendahulunya, raja-raja Dinasti Saud untuk selalu berpegang teguh pada prinsip-prinsip Syariah Islam, menebar kemanan dan ketenteraman keseluruh penjuru negeri Kerajaan yang sangat luas, mengamankan perjalanan haji ke Baitullah, memberikan perhatian kepada ilmu dan para ulama’ dan membangun hubungan luar negeri untuk merealisasikan tujuan-tujuan solidarity Islam dan memperkuatkan tali persaudaraan diantara seluruh bangsa Arab dan kaum Muslimin serta sikap saling memahami dan menghormati dengan seluruh masyarakat dunia. Di atas prinsip inilah, para putra beliau sesudahnya mengikuti jejak langkahnya dalam memimpin Kerajaan Arab Saudi. Mereka adalah Raja Saud, Raja Faisal, Raja Khalid, Raja Fahd dan pelayan II Kota Suci, Raja Abdullah bin Abdul Aziz.


Dinasti Saud Keturunan Yahudi


Namun, dimasa yang jauh sebelumnya, di Najd tahun 851 H. Sekumpulan lelaki dari Bani Al-Masalikh iaitu keturunan dari Kaum Anza, yang membentuk sebuah kelompok dagang yang bergerak dibidang bisnes gandum dan jagung dan bahan makanan lain dari Iraq dan membawanya kembali ke Najd, Direktor perdagangan ini bernama Sahmi bin Hathlul. Kelompok dagang ini melakukan aktiviti bisnes mereka sampai ke Basra, disana mereka berjumpa dengan seorang pedagang gandum Yahudi bernama Mordakhai bin Ibrahim bin Moshe.


Ketika sedang terjadi proses tawar menawar, si Yahudi itu bertanya kepada kafilah dagang itu, “dari manakah anda berasal?” Mereka menjawab, “dari kaum Anza, kami adalah keluarga Bani Al-Masalikh”. Setelah mendengar itu, orang Yahudi itu menjadi gembira dan mengaku bahawa dirinya juga berasal dari kaum keluarga yang sama tetapi terpaksa tinggal di Basrah, Iraq kerana persengketaan keluarga antara bapanya dan ahli keluarga kaum Anza.


Setelah itu Mordakhai kemudian menyuruh budaknya untuk menaikkan guni-guni berisi gandum, kurma dan makanan lain ke atas pundak unta-unta milik kabilah itu. Hal itu adalah sebuah ungkapan penghormatan bagi para saudagar Bani Al-Masalikh itu dan menunjukkan kegembiraannya kerana berjumpa saudara tuanya di Iraq. Bagi pedagang Yahudi itu, kafilah dagang merupakan sumber pendapatan dan pertalian bisnes. Mordakhai adalah saudagar kayaraya yang sejatinya adalah keturunan Yahudi yang bersembunyi dibalik wajah Arab dari kabilah Al-Masalikh.


Ketika rombongan itu hendak bertolak ke Najd, si Yahudi ini meminta diizinkan untuk bersama mereka kerana sudah lama dia ingin pergi ke tanah asal mereka, Najd. Setelah mendengar permintaan lelaki Yahudi itu, kafilah dagang suku Anza ini pun amat berbesar hati dan menyambutnya dengan gembira. Pedagang Yahudi yang sedang bertaqiyyah (menyamar) itu tiba di Najd dengan pedati-pedatinya (kenderaan tunggangan).
Back to top Go down
http://lostuniverse.iowoi.org
ADMIN
Admin
Admin


Posts : 177
Join date : 2009-06-24
Location : The Lost Universe

PostSubject: Re: Menilai Arab Saudi   Sat Jun 27, 2009 11:56 am

Di Najd, dia mulai melancarkan aksi propaganda tentang sejatinya siapa dirinya melalui sahabat-sahabat, teman dagang dan teman-teman dari Bani Al-Masalikh yang baru dikenal. Setelah itu, disekitar Mordakhai berkumpullah para pendukung dan penduduk Najd. Tetapi, tanpa disangka dia berhadapan dengan seorang ulama’ yang menentang doktrin dan fahamannya. Dialah Sheikh Salman Abdullah At-Taimi seorang ulama karismatik dari daerah Al-Qasem. Daerah-daerah yang menjadi lokasi dakwahnya sepanjang daerah Najd, Yaman dan Hijaz.


Oleh kerana suatu alasan tertentu, si Yahudi Mordakhai ( yang menurunkan keluarga Saud itu), berpindah dari Al-Qasem ke Al-Ihsa. Disana dia merubah namanya dari Mordakhai kepada Markhan bin Ibrahim Musa.Kemudian dia pindah dan menetap di sebuah tempat bernama Dlir’iya yang berdekatan dengan AlQateef. Disana dia memaklumatkan propaganda dustanya bahawa perisai Nabi s.a.w telah direbut sebagai barang rampasan oleh seorang kuat musyrikin pada waktu Perang Uhud antara Arab Musyrikin dan umat Islam. Katanya, “perisai itu telah dijual oleh Arab Musyrikin kepada kabilah kaum Yahudi bernama Bani Qainuqa’ yang menyimpannya sebagai harta karun”.


Selanjutnya dia mengukuhkan lagi posisinya dikalangan Arab Badwi melalui cerita-cerita dusta yang menyatakan bagaiman kaum Yahudi di Tanah Arab sangat berpengaruh dan berhak mendapatkan penghormatan tinggi. Akhirnya, dia diberi suatu rumah untuk menetap di Dlir’iya berdekatan Al-Qatef. Dia berkeinginan mengembangkan daerah ini sebagai pusat Teluk Parsi. Dia kemudian mendapatkan idea untuk menjadikannya sebagai tapak atau batu loncatan guna mendirikan kerajaan Yahudi di tanah Arab. Untuk memuluskan cita-citanya itu, dia mendekati kaum Arab Badwi untuk menguatkan posisinya, kemudian secara perlahan dia memasyhurkan dirinya sebagai raja kepada mereka.


Kabilah Ajaman dan kabilah Bani Khaled yang merupakan penduduk asli Dlir’iya menjadi risau akan sepak terajang dan rencana busuk keturunan Yahudi itu. Mereka merancang menentang untuk berdebat dan bahkan ingin mengakhiri hidupnya. Mereka menangkap Yahudi itu dan menawannya, namun dia berjaya meloloskan diri.


Saudagar keturunan Yahudi ini mencari suaka disebuah ladang bernama Al-Malibed Ghusaiba yang berdekatan dengan Al-Arid (sekarang Riyadh). Disana dia meminta suaka kepada pemilik kebun tersebut untuk menyebunyikan diri dan melindunginya. Tuan kebun itu sangat simpati lalu memberikan tempat kepadanya untuk berlindung. Tetapi, tidak sampai sebulan tinggal dirumah pemilik kebun itu, kemudian Yahudi itu secara biadab membantai tuan kebun bersama keluarganya. Sungguh bengis, air susu dibalasa dengan tuba. Mordakhai memang pandai beralibi, dia katakan bahawa mereka semua telah dibunuh oleh pencuri yang menceroboh masuk rumahnya. Dia juga berpura-pura bahawa dia telah membeli kebun tersebut dari tuan tanah sebelum terjadinya pembunuhan itu. Setelah merampas tanah tersebut, dia menamakannya Al-Dlir’iya iaitu nama tempat dari mana dia diusir dan sudah ditinggalkannya.


Lalu, Mordakhai dengan cepat mendirikan sebuah markaz dan tempat pertemuan bernama ‘Madaffa’ diatas tanah yang dirampasnya itu. Di markaz inilah beliau mengumpulkan para pahlawan dan kepala-kepala propaganda (kaum Munafiq) yang selanjutnya mereka jadi ujung tombak propaganda dustanya. Mereka mengatakan bahawa Mordakhai adalah Syeikh kepada orang-orang keturunan Arab yang disegani. Dia menabuh gendang perang terhadap Sheikh Shaleh Salman At-Taimi, musuh tradisinya. Akhirnya, Sheikh Salman terbunuh ditangan anak buah Mordakhai di Masjid Al-Zalafi.


Mordakhai berhasil dan puas hati dengan aksi-aksinya. Dia berhasil menjadikan Dlir’iya sebagai pusat kekuasaannya .Ditempat itulah dia mengamalkan poligami, mengahwini puluhan gadis, melahirkan banyak anak yang kemudian diberi nama dengan nama-nama Arab. Walhasil, kaum kerabatnya semakin bertambah dan berhasil menghegemoni daerah Dlir’iya dibawah bendera Dinasti Saud. Mereka acapkali melakukan criminal , menggalang beragam konspirasi untuk menguasai semenanjung Arab. Mereka melakukan aksi perampasan dan perompakan tanah dan ladang penduduk setempat, membunuh setiap orang yang mencuba menentang rencana jahat mereka. Dengan beragam cara dan muslihat mereka melancarkan aksinya. Memberikan suap, memberikan pemikat-pemikat wanita dan gratifikasi wang kepada para pejabat berpengaruh dikawasan itu. Bahkan mereka ‘menutup mulut dan membelenggu tangan’ para sejarawan yang cuba menyingkap sejarah hitam dan merunut asal garis keturunan mereka kepada kabilah Rabi’a, Anza dan Al-Masalikh.


Kelompok Wahabi


Seorang Munafiq bernama Muhammad Amin At-Tamimi (director / manager Perpustakaan Kontemporer Kerajaan Saudi ) menyusun garis keturunan (Family Tree) untuk keluarga Yahudi ini (keluarga Saudi) dan menghubungkan keturunan mereka kepada Nabi Muhammad. Sebagai imbalannya, beliau mendapat sebesar 35.000 pound Mesir dari Duta Besar Saudi Arabia di Cairo, Mesir pada tahun 1362 H / 1943 M. Nama duta besar ini adalah Ibrahim Al-Fadel.


Seperti disebutkan diatas, Yahudi nenek moyang Keluarga Saudi (Mordakhai) yang berpoligami dengan wanita-wanita Arab dan melahirkan banyak anak, saat ini pola poligami Mordakhai dilanjutkan oleh keturunannya dan mereka bertaut pada warisan perkahwinan itu. Salah seorang anak Mordakhai bernama Al-Maqaran ( Yahudi : Mack Ren ) mempunyai anak bernama Muhammad dan anak yang lainnya bernama Sa’ud inilah Dinasti Saudi saat ini berasal. Keturunan Saud (keluarga Saud) memulai melakukan kempen pembunuhan pimpinan terkemuka suku-suku Arab dengan dalih mereka murtad, khianati Islam, meninggalkan ajaran Al-Qur’an dan keluarga Saud membantai mereka atas nama Islam. Rakyat yang mencuba bersuara memprotes lawatan sang puteri yang jelas-jelas menghamburkan wang Negara ini akan ditembak mati dan dipenggal lehernya.


Didalam buku sejarah Keluarga Saud dihalaman 98-101, penulis peribadi sejarah keluarga Saud menyatakan bahawa Dinasti Saud menganggap semua penduduk Najd menghina Tuhan. Oleh kerana itu, darah mereka halal, harta bendanya dirampas, wanita-wanitanya dijadikan gundik , tidak seorang Muslim pun yang dianggap benar kecuali pengikut kelompok Muhammad bin Abdul Wahab (yang asalnya juga keturunan Yahudi Turki ).


Doktrin Wahabi memberikan otoritas kepada keluarga Saud untuk menghancurkan perkampungan dan penduduknya termasuk anak-anak dan memperkosa wanitanya, menusuk perut wanita hamil, memotong tangan anak-anak ,kemudian membakarnya. Selanjutnya mereka diberikan kewenangan dengan ajarannya yang kejam (brutal doctrin) untuk merampas semua harta kekayaan milik orang yang dianggapnya telah menyimpang dari ajaran agama kerana tidak mengikuti ajaran Wahabi.


Keluarga Yahudi yang jahat dan mengerikan ini melakukan segala jenis kekejaman atas nama kelompok agama palsu mereka (kelompok Wahabi) yang sebenarnya diciptakan oleh seorang Yahudi untuk menabur benih-benih keganasan terror didalam hati penduduk di kota-kota dan desa-desa. Pada tahun 1163 H, Dinasti Yahudi ini mengganti nama semenanjung Arab dengan nama keluarga mereka menjadi Saudi Arabia, seolah-olah seluruh wilayah itu milik peribadi mereka dan penduduknya sebagai bujang atau budak merdeka, bekerja keras siang dan malam untuk senangan tuannya, iaitu keluarga Saudi.


Mereka dengan sepenuhnya menguasai kekayaan alam negeri itu seperti milik peribadinya. Bila ada rakyat biasa yang mengemukakan penentangan atas kekuasaan sewenang-wenang Dinasti Yahudi ini, dia akan dihukum pancung dilapangan terbuka. Seorang puteri anggota keluarga kerajaan Saudi beserta rombongannya sekali kesempatan mengunjungi ke Florida, Amerika Syarikat, dia menyewa 90 buah Suite Rooms di Grand Hotel dengan harga $1 juta semalamnya. Rakyat yang mencuba memprotes lawatan sang puteri yang jelas menghamburkan wang Negara ini akan ditembak mati dan dipenggal kepalanya.


Fakta Menggemparkan


Sejumlah kesaksian yang meyakinkan bahawa, keluarga Saud merupakan keturunan Yahudi dapat dibuktikan dengan fakta-fakta berikut:


Pada tahun 1960-an, pemancar radio ‘Sawtul Arab’ di Kaherah, Mesir dan pemancar radio di San’a, Yaman, membuktikan bahawa nenek moyang keluarga Saud adalah dari keturunan Yahudi. Bahkan Raja Faisal tidak boleh menyanggah kenyataan itu ketika memberitahu kepada ‘The Washington Post’ pada tanggal 17 Sept 1969 dengan menyatakan bahawa, “kami (keluarga Saud) adalah keluarga Yahudi. Kami sepenuhnya tidak setuju dengan setiap penguasa Arab atau Islam yang memperlihatkan permusuhan kepada Yahudi, sebaliknya kita harus tinggal bersama mereka dengan damai. Negeri kami, Saudi Arabia adalah merupakan sumber awal Yahudi dan nenek moyangnya, lalu menyebar keseluruh dunia”.


Pernyataan ini keluar dari lisan Raja Faisal As-Saud bin Abdul Aziz. Hafez Wahabi, penasihat Hukum Keluarga Kerajaan Saudi menyebutkan didalam bukunya yang berjudul ‘Semenanjung Arabia’ bahawa Raja Abdul Aziz yang mati pada tahun 1953 mengatakan : “ pesan kami (pesan Saudi) dalam menghadapi oposisi (pihak lawan) dari suku-suku Arab, datukku, Saud Awal menceritakan saat menawan sejumlah Sheikh dari suku Mathir dan ketika kelompok lain dari suku yang sama datang untuk meminta membebaskan semua tawanannya. Saud Awal memberikan perintah kepada orang-orangnya untuk memenggal kepala semua tawanannya, kemudian memalukan mereka dan menurunkan nyali para penengah (orang yang ingin membuat rundingan) dengan cara mengundang mereka ke jamuan makan. Makanan yang disediakan adalah daging manusia yang sudah dimasak, potongan kepala tawanan diletakkan diatas piring”.


Para penengah menjadi terkejut dan menolak untuk makan daging saudara mereka sendiri. Kerana mereka menolak untuk memakannya, Saud Awal memerintahkan memenggal kepala mereka juga. Itulah kejahatan yang sangat mengerikan yang dilakukan oleh orang yang mengaku dirinya sendiri sebagai raja kepada rakyat yang tidak berdosa kerana kesalahan mereka menentang terhadap kebengisannya dan memerintah dengan sewenang-wenangnya.


Hafez Wahabi selanjutnya menyatakan bahawa, berkaitan dengan kisah berdarah nyata yang menimpa Sheikh suku Mathir dan sekelompok suku Mathir yang mengunjunginya dalam rangka meminta pembebasan pimpinan mereka yang menjadi tawanan Raja Abdul Aziz As-Saud, iaitu Faisal Ad-Darwis. Diceritakan kisah (pembunuhan Ad-Darwis) itu kepada utusan suku Mathir dengan maksud untuk mencegah mereka untuk tidak meminta pembebasan pimpinan mereka. Jika tidak, akan diperlakukan sama. Dia bunuh Sheikh Faisal Darwis dan darahnya dipakai untuk berwudhu’ sebelum dia solat.


Kesalahan Faisal Darwis waktu itu hanya kerana dia mengkritik Raja Abdul Aziz As-Saud. Ketika Raja menandatangani dokumen yang disiapkan pengusa Inggeris pada tahun 1922 sebagai penyataan memberikan Palestin kepada Yahudi. Tandatangannya dibubuhkan dalam sebuah konferensi di Al-Qir tahun 1922.


Sistem regim keluarga Yahudi (keluarga Saud) dulu dan sekarang masih tetap sama. Tujuannya untuk merampas kekayaan Negara, merompak, memalsukan, melakukan semua jenis kekejaman, ketidak adilan, serangan dan penghinaan, yang kesemuanya itu dilakukan sesuai dengan ajaran kelompok Wahabi yang membolehkan memenggal kepala orang yang menentang ajarannya.


Wallahua’lam bis sowab.

http://satuumat.blogspot.com/search/label/Info%20ARAB%20SAUDI
Back to top Go down
http://lostuniverse.iowoi.org
ADMIN
Admin
Admin


Posts : 177
Join date : 2009-06-24
Location : The Lost Universe

PostSubject: Re: Menilai Arab Saudi   Sat Jun 27, 2009 11:57 am

Zionis Saudi Tak Kurang Hebatnya!

Hari ini sudah lebih 1 bulan Israel membantai Ghazzah. Dilakukan genjatan senjata dan HAMAS menerimanya kerana memikirkan maslahah umat Islam (orang awam yang tidak bersenjata) sehingga hari ini, Israel mengkhianati lagi dengan melakukan lagi penyerangan tidak bertamadun.


Ketika 27 Dis 08 yang lalu, hari demi hari umat Islam seluruh dunia menunggu kenyataan-kenyataan dan dukungan para ulama’ terhadap Palestin. Alhamdulillah, sekian banyak ulama’ semakin berani bersuara setelah lebih 1000 orang gugur bersimbah darah dan ratusan cedera parah. Al-Qardhawi sejak dahulu serius mendukung Palestin walaupun dihentam oleh pelbagai pihak yang berkepentingan dengan Israel.


Namun, disebalik isu Ghazzah, umat Islam tidak akan lupa satu tragedy besar yang menimpa seorang ulama Islam di Arab Saudi, Sheikh ‘Awad Al-Qarni. Beliau ditangkap oleh penguasa Arab Saudi semata-mata mengeluarkan fatwa agar kaum muslimin di Arab Saudi membela Palestin. Polis Arab Saudi menangkapnya tanpa sedikit penjelasan pun.


Dalam masa yang sama, seorang ulama Saudi, Sheikh Shalih Al-Luhaidan, pemimpin tertinggi Majlis Al-Qadha, Arab Saudi mencetus kontroversi dengan mengeluarkan fatwa yang sangat menyakitkan umat Islam. “ Bahawa demonstrasi mendukung Palestin adalah perbuatan fasad fil ‘ard (kerosakan diatas muka bumi)”. Subhanallah. Allahu Akbar ! Apa yang sedang terjadi ini? Ketika puluhan ulama’ memfatwa boikot Amerika & Israel, teruskan demonstrasi mengkritik Israel dan sebagainya, tiba-tiba kenyataan ini terkeluar.


Ketika Imam Samudera menulis buku ‘Aku Melawan Teroris’ dan mengkritik segelintir ulama’-ulama Saudi yang diam apabila umat Islam ditindas dan mengeluarkan fatwa-fatwa menghukum teroris kepada aksi-aksi mujahidin, Al-Qaeda dan sebagainya, menghentam Saudi yang memenjarakan para mujahidin yang terlibat dengan Al-Qaeda, muncullah ustaz-ustaz di Indonesia yang mengaku golongan Salafi ‘asli’ yang menghentam Imam Samudera dengan menyebut “ini hanya kedengkian beliau kepada ulama’-ulama’ Saudi dan pemerintah Saudi yang ikhlas menjaga Daulah Islam Saudi yang bermanhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah”.


Bahkan Sheikh Shalih sendiri menyebut, “yang mengatakan bahawa Saudi bersama Yahudi dan Amerika, tidak lain hal itu diucapkan oleh orang-orang yang dihatinya ada kedengkian terhadap akidah ini (ASWJ) dan para pemikul serta pembelanya. Kedengkian itu hanya akan menjerumuskan para pemiliknya kepada pelbagai kehinaan dan keburukan”.


Ketika Ghazzah diserang, pemimpin Arab Saudi yang dianggap golongan ‘paling kuat’ Ahlussunnah dan penegak Daulah Islam Saudi entah hilang kemana. Yang pasti, setiap kali bertemu pemimpin Amerika, pelukan erat dan senyum tidak bersalah sering dipaparkan saat Ghazzah dibom dahsyat. Selepas selesai sebentar peperangan, maka keluarlah kenyataan, “kita akan hantar bantuan segera, kewangan dan ubat-ubatan”. Anggapannya, wang yang jutaan itu mampu mengganti nyawa yang sudah terkorban 1300 orang ! Ketika serangan, diam membisu !


http://satuumat.blogspot.com/2009/01/zionis-saudi-tak-kurang-hebatnya.html
Back to top Go down
http://lostuniverse.iowoi.org
ADMIN
Admin
Admin


Posts : 177
Join date : 2009-06-24
Location : The Lost Universe

PostSubject: Re: Menilai Arab Saudi   Sat Jun 27, 2009 12:16 pm

Arab Saudi Marah Rakyatnya Berdemo untuk Palestin

Walaupun dilarang keras oleh pemerintahnya, rakyat Arab Saudi ternyata tidak tahan juga untuk tidak turun ke jalan berdemonstrasi menyatakan bantahan terhadap Israel yang menzalimi Palestin. Lebih kurang 300 orang berdemonstarsi di bahagian timur Saudi.

Untuk meleraikan demonstrasi ini, polis Arab Saudi terpaksa menembakkan peluru getah hingga membuat lapan orang mengalami luka-luka ringan. Jurucakap Menteri Dalam Negeri Saudi, Mansour al-Turki menyangkal semua itu. "Seperti diketahui, protes di Saudi dilarang."

Salah seorang peserta berkata. "Kami mengecam Israel dan Amerika. Kami tidak menyerang pemerintah (Saudi) atau sistem politik negara kami ini." Untuk melindungi diri daripada serangan peluru kapur polis, para peserta melindungi diri dengan melemparkan batu dan kasut ke arah polisi. Polisi melarang wartawan untuk mengambil gambar. (sa/reu)

* dari dahulu Saudi memang bersikap lunak dengan Zionis

http://satuumat.blogspot.com/2008/12/arab-saudi-marah-rakyatnya-berdemo.html
Back to top Go down
http://lostuniverse.iowoi.org
ADMIN
Admin
Admin


Posts : 177
Join date : 2009-06-24
Location : The Lost Universe

PostSubject: Re: Menilai Arab Saudi   Sat Jun 27, 2009 12:17 pm

Perjuangan Wanita Saudi Untuk Memandu Kereta

Untuk menunjukkan bantahan ke atas larangan memandu kereta bagi kaum wanita, seorang wanita Arab Saudi menyebarkan rakaman videonya sedangmemandu bersendirian di laman YouTube.

Wanita itu ialah Wajiha Huwaidar, aktivis wanita yang paling lantang memperjuangkan agar larangan memandu kereta bagi wanita yang dilaksanakan di Arab Saudi ditarik segera. Menurut Huwaidar, rakaman video itu dibuat ketika dia memandu di kawasan gurun pasir Provinsi Bahagian Timur Saudi. Ia kemudian memuat naik video tersebut pada Sabtu (8/3) bersamaan dengan peringatan Hari Wanita Antarabangsa.

Dalam rakaman video itu, Huwaidar kelihatan memandu keretanya dengan santai. Beberapa kenderaan sesekali melintas di sepanjang jalan yang sepi itu. "Kaum wanita boleh memandur sendiri di pinggir kota. Tidak ada masalah dengan itu. Yang penting adalah, mengizinkan wanita memandu sendiri di kawasan-kawasan bandar , " ujar Huwaidar.

Kaum wanita Saudi memang masih memperjuangan agar pemerintah Saudi yang berfahaman Wahabi menarik balik larangan perempuan memandu. Pada bulan September, lebih daripada 1.100 kaum wanita dan lelaki di Saudi menandatangani petisyen yang meminta agar Raja Abdullah menarik larangan yang kontroversi itu.

Dalam petisyen itu ditegaskan bahwa Islam memberikan banyak kemudahan bagi kaum perempuan, termasuklah memandu kereta sendiri. Petisyen itu juga menyatakan bahawa kaum wanita di daerah-daerah pedalaman dan di desa-desa di Saudi sudah memandu sendiri.

Pada tahun 1990, sekitar 47 kaum perempuan melakukan tunjuk perasaan di ibukota Saudi, Riyadh memprotes larangan tersebut. Dengan menggunakan 15 kenderaan mereka berkonvoi di jalan-jalan di kota Riyadh. Polisi kemudian menangkap dan menghukum mereka, serta memberiamaran kepada saudara laki-laki yang menjadi wali para penunjuk perasaan itu.

Setelah peristiwa itu, tahun 1991, Mufti Saudi Syeikh Abdul Aziz bin Baz mengeluarkan fatwa yang melarang wanita memandu. Namun bantahan kaum wanita Saudi atas larangan itu, masih berlangsung hingga sekarang. (ln/mol)


http://satuumat.blogspot.com/2008/03/perjuangan-wanita-saudi-untuk-memandu.html
Back to top Go down
http://lostuniverse.iowoi.org
Sponsored content




PostSubject: Re: Menilai Arab Saudi   Today at 2:12 pm

Back to top Go down
 
Menilai Arab Saudi
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Kota-Kota Bersejarah Islam
» Dikira Monyet, Perempuan Arab Saudi Ditembak Mati Pemburu
» Kurdish MP accuses Saudi Arabia of targeting Arab Summit in Baghdad
» Preparatory Committee for the Arab summit to hold meeting at the level of economic ministers
» kenapa banyak TKW kita yang diperkosa di tanah arab?

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
SEMESTA YANG HILANG :: SEJARAH :: SEJARAH DUNIA-
Jump to: